
foto di artikel ini bersumber dari sampul majalah Pantau, Juni 2001
Hari ini sembilan tahun lalu terjadi kekerasan massal terorganisir sistematis di Jakarta dan beberapa kota lain. Pelakunya orang-orang Indonesia; korbannya kaum sebangsa setanah air. Kekerasan itu berlangsung santai tanpa dihalangi aparat hukum, sehingga bisa berlanjut hari-hari berikutnya. Hingga kini, tidak ada satu pun orang yang diperiksa sebagai tersangka apalagi tertuduh.
Yang lebih memprihatinkan, ada cacat serius pada pemahaman umum tentang kekerasan Mei 1998 itu. Secara salah kaprah peristiwa itu digambarkan sebagai kekerasan rasial oleh masyarakat “pribumi” terhadap minoritas Tionghoa. Ini ibarat menggambarkan lepasnya Timor Timur dari Indonesia sebagai kemerdekaan masyarakat bermayoritas Katolik dari penjajahan masyarakat bermayoritas Islam.
baca selengkapnya, klik disini
tulisan yang sama dikutip disini, dan diperdebatkan seperti terdaftar di bawah halaman web itu.
4 Comments
Ariel, aku sudah ikut bergabung dan nanti akan ikut nimbrung diskusi
Hallo Budi, terima kasih comment-nya. Moga-moga aku bisa belajar lebih jauh soal nggeblog ini. Kalau ada saran, bagi-bagi ya.
Canggih blognya, selamat, ya. Kolom-kolommu nanti juga dimasukkan ke sini, kan?
ngomongin kekerasan? sama payahnya dengan usaha melawan aids,flu burung,korupsi,kemuskinan, terutama buat ibukota indonesia; jakarta, premanisme dan banjir yang bikin warga ibu kota kalau tidak bodoh ya bloon…