Mei 1998

mei_1998.jpg

foto di artikel ini bersumber dari sampul majalah Pantau, Juni 2001

Hari ini sembilan tahun lalu terjadi kekerasan massal terorganisir sistematis di Jakarta dan beberapa kota lain. Pelakunya orang-orang Indonesia; korbannya kaum sebangsa setanah air. Kekerasan itu berlangsung santai tanpa dihalangi aparat hukum, sehingga bisa berlanjut hari-hari berikutnya. Hingga kini, tidak ada satu pun orang yang diperiksa sebagai tersangka apalagi tertuduh.

Yang lebih memprihatinkan, ada cacat serius pada pemahaman umum tentang kekerasan Mei 1998 itu. Secara salah kaprah peristiwa itu digambarkan sebagai kekerasan rasial oleh masyarakat “pribumi” terhadap minoritas Tionghoa. Ini ibarat menggambarkan lepasnya Timor Timur dari Indonesia sebagai kemerdekaan masyarakat bermayoritas Katolik dari penjajahan masyarakat bermayoritas Islam.

baca selengkapnya, klik disini

tulisan yang sama dikutip disini, dan diperdebatkan seperti terdaftar di bawah halaman web itu.

4 Comments

  1. Priyambudi
    Posted May 18, 2007 at 3:41 pm | Permalink

    Ariel, aku sudah ikut bergabung dan nanti akan ikut nimbrung diskusi

  2. arielh
    Posted May 18, 2007 at 6:50 pm | Permalink

    Hallo Budi, terima kasih comment-nya. Moga-moga aku bisa belajar lebih jauh soal nggeblog ini. Kalau ada saran, bagi-bagi ya.

  3. melani
    Posted May 25, 2007 at 3:05 am | Permalink

    Canggih blognya, selamat, ya. Kolom-kolommu nanti juga dimasukkan ke sini, kan?

  4. hengky
    Posted June 12, 2007 at 7:11 am | Permalink

    ngomongin kekerasan? sama payahnya dengan usaha melawan aids,flu burung,korupsi,kemuskinan, terutama buat ibukota indonesia; jakarta, premanisme dan banjir yang bikin warga ibu kota kalau tidak bodoh ya bloon…

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*