Santainya Penjara Kita

dari  Koran Tempo, 5 Juli 2008

Corby Leluasa ke Salon, Dokter Mengaku Kecolongan

DENPASAR - Nyoman Ratep, ketua tim dokter yang merawat Schapelle Leigh Corby, 28 tahun, mengaku kecolongan oleh ulah warga negara Australia, terpidana kasus penyelundupan 4,2 kilogram mariyuana, itu yang leluasa merawat dirinya di salon kecantikan. “Dia tidak pernah meminta izin. Padahal mestinya harus tetap berada dalam ruang perawatan,” katanya kemarin.

Corby, terpidana 20 tahun penjara itu, tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar. Ia mengalami depresi berat akibat merasa terkurung di sel tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. Ia juga tertekan akibat hukuman berat itu, padahal ia merasa tak bersalah. Ia mulai menjalani perawatan sejak Jumat, 20 Juni lalu.

Rabu lalu, gadis cantik itu dipergoki wartawan–yang memang terus memburu beritanya–saat merawat diri di salon kecantikan Gardenia. Tidak sebatas menata rambut, tapi juga creambath, lulur, hingga manicure dan pedicure. Ia dikawal dua petugas kepolisian bersenjata laras panjang. Beritanya pun menyebar hingga ke media cetak dan televisi luar negeri.

Namun, menurut dokter Ratep, ulah Corby itu bukanlah masalah yang terlalu serius. Salon kecantikan yang melayani Corby masih berada dalam area rumah sakit. “Dia ke salon juga dikawal petugas,” katanya.

Setelah peristiwa itu, Corby diingatkan agar tak lagi berkeliaran di luar kamar. Ia tetap dibolehkan merawat diri, tapi petugas salon kecantikan yang harus datang ke kamar perawatannya di Paviliun Amertha, Wings Internasional, yang bertarif Rp 1,5 juta per hari.

Selama dirawat, selain diawasi petugas medis, kamarnya dijaga secara bergantian oleh enam petugas Brimob Kepolisian Daerah Bali. Kesehatan Corby, menurut dokter, masih cukup labil sehingga belum bisa dikembalikan ke sel tahanannya. ROFIQI HASAN.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*