Author Archives: arielh

Tutup Buku

Kepada pada sahabat dan mereka yang pernah sudi singgah di weblog ini, dan mereka yang menyebut weblog ini dalam blogroll di weblog mereka, saya menyampaikan terima kasih dan selamat berpisah.
Ini merupakan tulisan terakhir dari saya. Dalam beberapa minggu lagi saya akan berpindah tempat kerja. Ini merupakan satu-satunya weblog yang berumah di Faculty of Arts di […]

Indonesians recount role in massacre

Indonesians recount role in massacre
By ANTHONY DEUTSCH
SURABAYA, Indonesia (AP) — The men bound the thumbs of dozens of suspected communists behind their backs with banana leaves and drove them to a torch-lit jungle clearing. As villagers jeered, the prisoners were killed, one by one.
“There was no resistance,” remembers Sulchan, then the 21-year-old deputy […]

The secret weapon the West uses against Asia

From The Jakarta Post, 4 October 2008
By Nury Vittachi
Today, boys and girls, we will learn about an extremely dangerous weapon of mass destruction which is frequently used by Western governments to cause massive damage to Asian countries. It is small, portable, and cannot be detected by any security scanner. It is called The Travel […]

Stanley in Melbourne

 
Yosep Stanley Adi Prasetyo, a Commissioner for the Indonesian Human Rights Commission responsible for the sub-commission for Education and Public Awareness will be visiting Melbourne, and a few other capital cities of Australia.
While in Melbourne Stanley will be making a number of presentations from Tuesday, 21 October to Thursday, 23 October 2008. For further details, […]

When poetry meets jazz

INDONESIAN PROGRAM, Asia Institute
presents a free public performance
Singing Srengenge
“When fine poetry meets fine jazz, a new music is born.”
Australian writer/singer Jan Cornall and Indonesian poet, Sitok Srengenge perform
and discuss a selection of works from their jazz poetry CD, Jan Cornall - Singing Srengenge
Tuesday 30 September 2008, 6:30 pm - 8:00 pm
Yasuko Hiraoka Myer Room (YHM),  […]

Islam and Popular Culture in Indonesia and Malaysia

http://www.ucis.pitt.edu/asc/conference/

Navigation Menu

Speakers
Conference ProgramConference Concert
Abstracts
Issues & Themes

Suggested
Readings
Film
Showing
Contact
Us

Home to approximately one-fifth of the world¹s Muslim population, Indonesia and Malaysia are often overlooked or misrepresented in media discourses about Islam. Ideas, sounds, images, gestures, and meanings about Islam abound in contemporary popular cultural forms including film, music, television, radio, comics, fashion, magazines, and cyberculture. By focusing on popular […]

Undang-undang yang Porno? Oleh Franz Magnis-Suseno SJ

Undang-undang yang Porno?
Rabu, 17 September 2008 | 00:25 WIB
Oleh Franz Magnis-Suseno SJ
Pada tahun 2006 sebuah Panitia Khusus DPR menyiapkan teks RUU Antipornografi dan Antipornoaksi. RUU itu menimbulkan kontroversi di masyarakat, akhirnya menghilang dari peredaran.
Kini kita dikagetkan bukan hanya oleh sebuah RUU Antipornografi baru, tetapi oleh berita bahwa RUU itu, dengan memanfaatkan bulan […]

Estetika dan Mitos Perempuan dalam Iklan oleh Sumbo Tinarbuko

artikel menarik dari blog seberang:
Estetika dan Mitos Perempuan dalam Iklan
Estetika dan Mitos Perempuan dalam Iklan
Sumbo Tinarbuko
IKLAN sebagai salah satu perwujudan kebudayaan massa tidak hanya bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa, tetapi juga turut mendedahkan nilai tertentu yang secara terpendam terdapat di dalamnya. Oleh karena itulah, iklan yang sehari-hari […]

Festival Film Malaysia di Melbourne

Tadi malam aku ikuti acara pembukaan Australian Malaysian Film Festival di Melbourne. Film pembuka yang disajikan berjudul Sepi (mulai diluncurkan Juni 2008) berisi serangkai tiga cerita yang saling berkait. Sangat mengesankan. Bagi yang mau mengintip teasernya, ini ada di youtube

Sebagai orang Indonesia, aku merasa pengaruh budaya pop Indonesia di filem ini cukup menonjol. Yang paling […]

Mereka Bilang, Saya Monyet (2008)

Acungan jempol layak ditujukan kepada Mereka Bilang, Saya Monyet (2008), salah satu filem Indonesia paling belakangan yang mengesankan. Paling tidak buat saya. Kualitas filem ini dapat dirasakan terutama pada kesegaran cara bertuturnya. Banyak adegan-adegan yang sebenarnya tidak sepenuhnya baru (percakapan lewat telpon, duduk di kafe, kerja di depan komputer), tetapi bisa diperbaharui dengan cara yang […]