August 16, 2008 – 11:35 am
Tadi malam aku ikuti acara pembukaan Australian Malaysian Film Festival di Melbourne. Film pembuka yang disajikan berjudul Sepi (mulai diluncurkan Juni 2008) berisi serangkai tiga cerita yang saling berkait. Sangat mengesankan. Bagi yang mau mengintip teasernya, ini ada di youtube
Sebagai orang Indonesia, aku merasa pengaruh budaya pop Indonesia di filem ini cukup menonjol. Yang paling […]
August 12, 2008 – 2:31 pm
Acungan jempol layak ditujukan kepada Mereka Bilang, Saya Monyet (2008), salah satu filem Indonesia paling belakangan yang mengesankan. Paling tidak buat saya. Kualitas filem ini dapat dirasakan terutama pada kesegaran cara bertuturnya. Banyak adegan-adegan yang sebenarnya tidak sepenuhnya baru (percakapan lewat telpon, duduk di kafe, kerja di depan komputer), tetapi bisa diperbaharui dengan cara yang […]
On Wednesday 2 July Professor Krishna Sen, FAHA (Executive Director, Humanities and Creative Arts, Australian Research Council) launched a new book Popular Culture in Indonesia; Fluid Identities in Post-Authoritarian Politics (London: Routledge, 2008) that I edit.
The event began at 6:00pm (refreshment) in the University Professional Bookshop (The University of Melbourne), for 6:30pm (presentations) in Theatre […]
dari Koran Tempo, 5 Juli 2008
Corby Leluasa ke Salon, Dokter Mengaku Kecolongan
DENPASAR - Nyoman Ratep, ketua tim dokter yang merawat Schapelle Leigh Corby, 28 tahun, mengaku kecolongan oleh ulah warga negara Australia, terpidana kasus penyelundupan 4,2 kilogram mariyuana, itu yang leluasa merawat dirinya di salon kecantikan. “Dia tidak pernah meminta izin. Padahal mestinya harus tetap […]
TEMPO Edisi. 17/XXXVII/16 - 22 Juni 2008
Catatan Pinggir
Indonesia
Di luar sel kantor Kepolisian Daerah Jakarta Raya itu sebuah statemen dimaklumkan pada pertengahan Juni yang panas: ”SBY Pengecut!”
Yang membacakannya Abu Bakar Ba’asyir, disebut sebagai ”Amir” Majelis Mujahidin Indonesia, yang pernah dihukum karena terlibat aksi terorisme. Yang bikin statemen Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam, yang sedang dalam […]
previously published in The Jakarta Post, 6 June 2008
note: parts of the original manuscript have been cut; for a copy of the original, click here
When governments try to look more Islamic
Ariel Heryanto
The use and abuse of Islamic politics by the Soeharto government (1966-1998) and his immediate successor in transition, BJ Habibie (1998-1999), have […]
previously published in The Jakarta Post, 7 June 2008
see also translations in Chinese, Japanese, Arabic, Dutch, Korea, Italian, French, German, Spanish, Russian, and Portuguese
notes: (1) the original title as submitted to the publisher reads “Islamist Parties try to look less Islamist”; (2) parts of the original manuscript have been cut; for a copy […]
from The Jakarta Post
•FPI members roam freely despite long record of attacks, brutality >
•Commentary: FPI acts are a blessing in disguise for SBY, police >
•Government slammed for inaction against FPI >
•Mounting pressure to ‘freeze’ FPI
from Tempointeraktif
•Koran Tempo Akan Diserbu >
•51 Anggota FPI Ditangkap Polisi >
•Habib Rizieq Ditangkap >
•Polisi Jemput Anggota FPI Pembawa Senjata Tajam […]
17 Mei 2008 pagi hari. Telepon berdering. Oom Oey – demikian saya memanggil Oey Hay Djoen – menyapa. Ia memang sering telepon, setidaknya sebulan sekali, membahas pekerjaan yang kami tangani bersama atau tukar pendapat tentang bermacam hal. Kali ini ia menelepon untuk menanyakan tentang acara diskusi buku John Roosa, Dalih Pembunuhan […]
dikutip dari Koran Tempo, 3 Juni 2008
Otto Syamsuddin Ishak
Peneliti senior Imparsial
Pada awal dasawarsa 1980-an, terjadi kebangkitan kaum muslim di Indonesia, khususnya yang berpusat di Jawa. Dinamika itu, jika dihitung sejak kebangkitannya, kini telah masuk dasawarsa ketiga. Masing-masing dasawarsa itu melahirkan model gerakan yang berbasis pada agama dengan karakteristik tersendiri. […]