Category Archives: Budaya Pop

Festival Film Malaysia di Melbourne

Tadi malam aku ikuti acara pembukaan Australian Malaysian Film Festival di Melbourne. Film pembuka yang disajikan berjudul Sepi (mulai diluncurkan Juni 2008) berisi serangkai tiga cerita yang saling berkait. Sangat mengesankan. Bagi yang mau mengintip teasernya, ini ada di youtube

Sebagai orang Indonesia, aku merasa pengaruh budaya pop Indonesia di filem ini cukup menonjol. Yang paling […]

Mereka Bilang, Saya Monyet (2008)

Acungan jempol layak ditujukan kepada Mereka Bilang, Saya Monyet (2008), salah satu filem Indonesia paling belakangan yang mengesankan. Paling tidak buat saya. Kualitas filem ini dapat dirasakan terutama pada kesegaran cara bertuturnya. Banyak adegan-adegan yang sebenarnya tidak sepenuhnya baru (percakapan lewat telpon, duduk di kafe, kerja di depan komputer), tetapi bisa diperbaharui dengan cara yang […]

blook: dari blog ke buku

dari Koran Tempo, 25 Mei 2008
Wabah Buku Blog
Buku-buku yang diadaptasi dari cerita-cerita di blog atawa buku blog alias blook kian marak. Beberapa di antaranya meledak di pasar.
Empat gadis yang baru saja mengantar teman satu kosnya ke rumah sakit terheran-heran ketika menyadari mereka jadi pusat perhatian. Rupanya yang menjadi perhatian orang-orang di sekelilingya adalah […]

Seni dan Politik: Punkasila

Berikut ini pertunjukan Punkasila di Australia menurut Dadang Christanto seperti yang ditulisnya dalam harian Kompas, Minggu 3 Juni 2007, dan disajikan di bawah ini dengan izin dari penulisnya.
Yang Kini Tinggal Kenangan
Dadang Christanto
Anak saya, Tukgunung, yang menginjak usia remaja kecewa karena ayahnya, Kamis (24/5) malam, melewatkan tayangan Foreign Correspondence di ABC TV tentang kaum […]

Jakarta Undercover

Filem Jakarta Undercover baru maen di Melbourne, 5 Mei 2007, berkat jasa rekan-rekan dari Meja Entertainment. Lumayan. Nggak sejelek yang aku duga. Maklum filem dari Indonesia yang menonjolkan seks dan berkualitas tidak pernah diizinkan beredar. Yang dibiarkan beredar cuma filem-filem jenis pornografi-lunak.
Tapi yang agak mengecewakan adalah cara filem itu dipromosikan (misalnya dalam majalah orang […]